Rekomendasi 17 Film Action Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Friday, November 6th, 2020 - Film Indonesia

Genre film action mungkin adalah film yang kamu suka. Film ini memiliki ketegangan yang berbeda, dimana adegannya dipenuhi dengan perkelahian, kejar-kejaran, dan adegan yang memacu adrenalin. Deretan film action Indonesia juga cukup banyak dan pantas untuk ditonton.

Menikmati film action tidak harus film-film dari Hollywood. Jika kamu perhatikan Indonesia juga telah banyak memproduksi film action yang mulai bertebaran di layar lebar. Para aktor yang berlaga juga memiliki talenta yang tinggi dan profesional.

17 Daftar Film Action Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Dalam pembuatan film action, bukan hanya memperlihatkan alur cerita dan detail yang apik. Namun, untuk film garapan anak negeri ini, ada beberapa yang mampu menembus internasional.

Hal ini karena film Indonesia juga memperkenalkan ilmu bela diri. Berikut adalah jajaran film action tersebut:

1. Merantau

Merantau

Film garapan sutradara Gareth Evans ini ditayangkan pada tahun 2009. Walaupun sudah sangat lama, namun film ini memiliki keunggulan. Kisahnya tentang seorang putra Minangkabau bernama Yuda, yang harus merantau sebagai tradisi anak laki-laki di Sumatera barat.

Perjalanan perantauannya ternyata tidak semulus yang diharapkan. Setelah sampai di kota, Yuda  bertemu dengan Astri (Sisca Jessica) dan Adit (Yusuf Aulia). Kedua orang ini adalah korban dari human trafficking yang dipimpin oleh Ratger (Mads Koudal).

Ratger murka ketika dua orang tersebut hilang dan berniat membuat perhitungan dengan Yuda. Pertikaian pun terjadi, dengan kemampuan Yuda dalam bela diri dan bekal aliran Harimau yang dimilikinya, membuatnya berani melawan Ratger dan anak buahnya.

2. The Raid Redemption

The Raid Redemption

 

Sepertinya The Raid menjadi film action Indonesia terbaik sepanjang masa. Tayang pada tahun 2011, film ini pertama kali ditayangkan pada Festival Film International Toronto. Iko Uwais yang menjadi pemeran utama memang memiliki talenta yang tidak terkalahkan.

Aksi bela diri dan perkelahian menghiasi alur cerita film The Raid Redemption ini. Alur cerita yang diangkat berpusat pada sebuah regu polisi elite dalam melakukan penyerbuan apartemen. Di tempat tersebut menjadi markas dari gangster yang sangat berbahaya.

Nasib nahas terjadi pada grup polisi ini, mereka terjebak di dalam apartemen dan baku hantam serta perang senjata yang terjadi. Mau tidak mau mereka harus melawan gangster dan menghabisi mereka.

Baca Juga :

Bikin Baper! 30 Rekomendasi Film Romantis Indonesia Terbaik

3. The Raid 2: Berandal

The Raid 2 Berandal

Sekuel dari The Raid Redemption ini mulai dirilis pada tahun 2014. Masih dengan pemeran yang sama yaitu Iko Uwais yang memerankan sosok Rama. Masih sebagai polisi elite yang ditugaskan untuk membongkar kebobrokan yang ada di dalam tubuh kepolisian tempatnya bernaung.

Selain untuk mengungkap isu tersebut, Rama (Iko Uwais) juga ingin membalas dendam pada Bejo (Alex Abbad) yang telah membunuh kakaknya. Rama menjalankan rencana dengan menyamar sebagai napi untuk mendekati Uco (Arifin Putra) yang tak lain adalah anak pemimpin gangster.

Rama mengumpulkan semua informasi dari Uco untuk bisa mendekati ayah Uco, Bangun (Tio Pakusadewo). Dengan bekal informasi yang didapatkan, Rama bisa mengungkap sindikat penguasa korup dan penghianat penegak hukum.

Seperti serial action sebelumnya, dalam film The raid 2 ini juga masih memfokuskan pada adegan laga yang cukup menegangkan, walaupun akan lebih banyak disajikan konflik yang terjadi, sehingga tidak melulu tentang kekerasan.

4. Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Siapa yang tidak tahu tentang cerita Wiro Sableng. Sebuah cerita tentang seorang pendekar yang bernama Wiro Sableng. Genre sebenarnya film ini adalah film action komedi Indonesia, sebab tidak hanya menyuguhkan aksi laga, namun juga komedi seru yang membuat cukup terhibur.

Diangkat dari sebuah novel karya Bastian Tito yang menegaskan karakter Wiro Sableng dan angka sakti 212. Serialnya pernah tayang di layar kaca sekitar tahun 1990-an, hingga akhirnya dibuat versi film layar lebarnya pada tahun 2018.

Pemeran utama Wiro Sableng adalah Vino G. Bastian yang merupakan anak dari Bastian Tito. Kisahnya masih menggunakan versi originalnya, yaitu tentang perjalanan Wiro Sableng dalam menjalankan tugas dari gurunya, Sinto Gendeng.

5. Headshot

Headshot

Film ini merupakan salah satu film action Indonesia terbaik. Rilis pada tahun 2016, kembali membawa Iko Uwais sebagai pemeran utama. Aktor lain yang ikut membintangi film ini adalah Julie Estelle, Chelsea Islan, dan Zack Lee.

Kisah Iko dalam Headshot berperan sebagai orang yang mengalami lupa ingatan. Perjalanan mengembalikan kembali ingatannya tidak mudah, terlebih lagi dia ternyata memiliki masa lalu yang kelam dalam hidupnya.

6. The Night Comes for Us

The Night Comes for Us

Bintang aktor populer Iko Uwais dan Joe Taslim berkolaborasi dalam film ini. Mengisahkan tentang Ito (Joe taslim) yang berperan sebagai anggota sebuah organisasi gelap. Selang waktu berjalan, dia merasa nuraninya terpanggil untuk melawan apa yang selama ini dia kerjakan.

Keputusannya untuk keluar dari dunia hitam ternyata harus dibayar mahal olehnya. Ito menjadi buronan yang selalu terancam nyawanya. Dalam pelariannya Ito harus berurusan dengan Arian (Iko Uwais) yang berperan sebagai pembunuh bayaran yang harus menghabisi Ito.

The Night Comes For Us ini berbeda dari film laga yang lainnya. Adegan yang disuguhkan terlihat lebih sadis dan brutal. Kedua karakter Ito dan Arian sangat kuat dan sama gilanya. Mereka memiliki prinsip yang kuat dengan menghabisi siapa saja yang berusaha menghalangi jalannya.

7. Buffalo Boys

Buffalo Boys

Buffalo Boys memberikan nuansa kisah kolonial Belanda pada tahun 1860. Kisah dimulai ketika Belanda memaksa sultan untuk menyetujui perjanjian damai. Bagi yang menolak negosiasi tersebut, maka akan dibunuh langsung oleh Belanda.

Sultan akhirnya melarikan diri dengan Arana dan anaknya, Suwo dan Jamar. Namun, tanpa disadari terjadi serangan dadakan dari Kapten Van Trach hingga sultan meninggal. Arana terus berlari hingga meninggalkan tanah air dan terdampar di “wild west” Amerika.

Selama pelariannya, Arana bekerja sebagai imigran dari negara lainnya. Hingga suatu ketika ada kejadian yang hampir membunuh Arana. Dia memutuskan untuk kembali ke tanah air untuk membalas dendam serta menegakkan keadilan untuk masyarakat di sana.

8. Juara

Juara

Film action Indonesia ini tayang pada pertengahan bulan April 2016. Film besutan Charles Gozali in bergenre drama aksi komedi. Bukan hanya tontonan laga yang menjadi fokus utamanya, namun juga komedi yang bakal mengocok perut.

Jalan cerita film ini adalah ketika Bisma (Bisma Karisma) memiliki rasa suka kepada Bella, teman sekampusnya. Pada saat yang sama Attar (Ciccio Manassero) juga naksir pada Bella. Akhirnya Bisma sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Attar yang seorang preman kampus.

Hal yang tidak diduga adalah, Bisma ternyata memiliki kakat bela diri, sehingga mampu menahan serangan Attar. Secara tiba-tiba muncul Sarah (Cut Mini) yang tak lain adalah orang dari masa lalu ibu Bisma. Kehadiran Sarah membuat suasana menjadi semakin rumit.

9. 3: Alif Lam Mim

3 Alif Lam Mim

Alif Lam Mim merupakan film action Indonesia pertama dengan genre action futuristik dan unsur religi. Mengisahkan tentang persahabatan yang tumbuh mulai dari lingkungan pesantren. Selama menjadi santri Alif, Herlam, dan Mimbo juga mendapatkan ilmu beladiri.

Setelah lepas dari pesantren, ketiganya memulai kehidupan masing-masing. Alif (Cornelio Sunny) menjadi polisi. Herlam ( Abymana Aryasatya) menjalani hidup sebagai seorang jurnalis. Sedangkan Mimbo (Agus Kuncoro) mengabdi sebagai pengajar di pesantren.

Ketiga sahabat ini bertemu setelah adanya peristiwa pemboman di cafe. Pelaku pemboman tersebut mengarah kepada Mim, hal ini cukup membuat Alif dilema. Lam berusaha untuk mencari jalan keluar untuk para sahabatnya.

10.  22 Menit

22 Menit

Pada tahun 2018, film action Indonesia terbaru ini dirilis ke layar lebar. Didasarkan pada kisah nyata peristiwa bom Thamrin yang terjadi pada tahun 2016.

Pemeran utama yaitu Ardi (Ario Bayu) yang berperan sebagai polisi di unit anti terorisme, ditugaskan untuk melacak jejak sang pelaku pemboman.

Film ini lebih banyak bercerita tentang bagaimana kesigapan polisi dan jajarannya dalam menangani aksi teror yang meresahkan warga. Banyak suguhan aksi baku tembak antara pelaku pemboman dengan para polisi.

11.  Serigala Terakhir

Serigala Terakhir

Film drama action Indonesia garapan Upi Avianto ini dirilis pada tahun 2009. Sejumlah nama beken turut digandeng dalam project film ini. Kisah Petualangan film ini mengisahkan tentang Jarot (Vino G. Bastian) dan sahabatnya Ale (Al Fathir Muchtar) yang tumbuh bersama sejak kecil.

Suatu ketika ada peristiwa yang membuat Jarot harus masuk penjara. Selama dalam masa hukumannya, Jarot merasa sakit hati karena tidak ada satupun temannya yang menjenguknya. Setelah keluar dari bui, Jarot memilih bergabung dengan genk Naga Hitam.

Dari sinilah bermula intrik kotor dan adegan menegangkan antara genk Naga Hitam dan genk Ale. Hubungan Jarot dan Ale pun menjadi semakin meruncing. Puncak ketegangan terjadi ketika Jarot menjalin kisah dengan Aisya (Fanny Fabriana) secara diam-diam.

12.  Gangster

Gangster

Fajar Nugros berhasil mengemas film action Indonesia yang dibalut dengan drama. Kisah ini mengangkat cerita tentang Jamroni (Hamish Daud) yang mencari Sari (Eriska Rein) sahabatnya dan orang tuanya dengan pergi ke ibu kota.

Selama hidup Jamroni belum pernah sekalipun melihat kedua orang tuanya. Dalam pencariannya, Jamroni malah terjebak dengan Retta (Nina Kook) yang memiliki masalah dengan Hastono (Agus Kuncoro), ayahnya. Konflik ini membawa Jamroni masuk pada gangster ibukota.

13.  Sultan Agung, Tahta, Perjuangan dan Cinta

Sultan Agung, Tahta, Perjuangan dan Cinta

Fokus utama film ini adalah cerita tentang Sultan Agung Hanyakrakusuma yang menjadi raja Mataram pada tahun 1913-1946. Dibintangi oleh aktor papan atas, seperti Putri Marino, Ario Bayu, Adinia Wirasti, Lukman Sardi, dan Christine Hakim.

Alur cerita film ini dimulai ketika Raden Mas Rangsang menggantikan posisi sang ayah, Panembahan Hanyokrowati, yang telah mangkat. Usianya masih tergolong muda untuk menyandang gelar Sultan Agung Hanyakrakusuma.

Demi menjalankan amanah yang diembannya, dia bahkan rela mengorbankan kisah cintanya. Lambat laun Sultan Agung tumbuh lebih dewasa karena adanya VOC yang mengadu domba dengan para adipatinya.

Muncullah banyak penghianatan termasuk dari VOC yang ingkar dari kesepakatan dagang. Sultan Agung akhirnya bergerak untuk menghancurkan benteng VOC dengan berperang melawan VOC.

14.  Guardian

Guardian

Guardian masuk dalam daftar film action terbaik yang wajib kamu tonton. Film ini memberikan suguhan ketegangan dengan adegan tembak-tembakan dan aksi kejar-kejaran di jalanan yang padat. Guardian dirilis pada bulan April 2014 dan langsung mencuri hati penonton.

Cerita film ini dibuka dengan kejadian terbunuhnya karakter Wisnu, tidak lain adalah suami dari Sarah (Dominique Agisca Diyose). Kejadian tersebut membuat Sarah membekali anak perempuannya, Marsya (Belinda Camesi), dengan ilmu bela diri.

Mendadak gank Paquita (Sarah Carter) memburu Sarah dan Marsya. Untuk menyelamatkan anaknya, Sarah meminta tolong pada Kapten Roy (Nino Fernandez) yang juga sahabat Wisnu.

Namun, ternyata tidak hanya gengnya paquita yang mengejar, namun juga anak buah Oscar (Tio Pakusadewo).

15.  Merah Putih

Merah Putih

Pada tahun 2009 pernah dirilis film Merah Putih ini dengan latar cerita adalah sejarah perjuangan bangsa Indonesia ketika Agresi Militer Belanda I. Walaupun mengambil latar sejarah, namun alur ceritanya bersifat fiktif dan bukan merupakan kisah nyata.

Perjalanan dimulai ketika 5 orang pemuda yang bersahabat dan mengikuti pelatihan militer di kota Semarang. Mereka adalah kadet yang berhasil meloloskan diri, ketika Belanda menyerang kamp pelatihan dan bergabung dengan pasukan gerilya untuk menyerang balik Belanda.

Walaupun mereka berasal dari latar belakang suku, agama, dan asal yang berbeda, namun mereka semangat untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Film ini menyuguhkan konflik dan scene heroik seperti pada peperangan yang sesungguhnya.

16.  Pendekar Tongkat Emas

Pendekar Tongkat Emas

Film Pendekar Tongkat Emas ini mengangkat tema tentang dunia persilatan yang sudah lama tidak muncul di berbagai film layar lebar di Indonesia. Sejumlah artis seperti Reza Rahadian, Christine Hakim, Slamet Rahardjo, dan Nicholas Saputra turut berlaga di film ini.

Pendekar Tongkat Emas adalah nama pendekar yang sangat terkenal di dunia persilatan. Dia memilih salah satu dari empat muridnya untuk diwariskan jurus andalannya, sekaligus sebagai penerus pemegang tongkat emas.

Karena ambisi yang tinggi, salah satu muridnya hendak merebut dengan cara yang licik, yang membuat pendekar tewas di tangannya. Para murid yang lainnya berniat untuk balas dendam dan merebut tongkat emas. Akhirnya pertarungan sengit pun tidak terelakkan lagi.

17.  Pertaruhan

Pertaruhan

Film ini dibintangi sejumlah nama beken seperti Jefri Nichol, Adipati Dolken, Aliando Syarief, dan Tio Pakusadewo. Kisahnya tentang kehidupan empat bersaudara yang hanya dibesarkan oleh ayahnya saja. Sang ayah bekerja sebagai satpam, sedangkan sang ibu telah meninggal ketika melahirkan.

Keempat saudara ini adalah Ibra (Adipati Dolken), Elzan (Jefri Nichol), Amar (Aliando Syarief) dan Ical (Giulio Parengkuan), memiliki sifat yang urakan dan sulit untuk berdamai dengan ayahnya. Hampir tiap hari kehidupannya diwarnai oleh cekcok yang tidak ada habisnya.

Suatu ketika sang ayah harus dilarikan ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, ayahnya justru ditolak dengan alasan biaya dan tidak adanya jaminan kesehatan dari tempatnya bekerja. Demi menyelamatkan nyawa sang ayah, keempatnya berencana untuk merampok bank.

18.  Partikelir

Partikelir

Partikelir merupakan film action yang banyak dibumbui dengan adegan kocak. Rilis pada tahun 2018, sang sutradara ingin meramu aksi dan komedi menjadi satu sajian yang menghibur. Pemeran utama Pandji Pragiwaksono juga sebagai sutradara film ini.

Kisahnya adalah tentang Adri dan Jaka yang terobsesi menjadi detektif. Mereka telah menjalin persahabatan sejak sekolah dasar. Adri adalah sosok yang berani dan memiliki pemikiran cepat, sedangkan Jaka dikenal memiliki strategi yang bagus dan berpikiran panjang.

Setelah menyelesaikan kuliah, Adri ini mendapatkan tawaran dari Tiara untuk menyelidiki misteri tertembaknya sang ayah. Peliknya kasus yang terjadi, membuat Adri meminta Jaka untuk membantunya.

Baca Juga :

25 Rekomendasi Film Komedi Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Menonton film action Indonesia memang akan memberikan kamu pengalaman yang berbeda. Dengan suguhan aksi laga dari para pemeran, kadang bisa membuat kamu enggan beranjak dan memacu adrenalin. Manakah film action favorit kamu?